Bolehkah Shalat Jenazah di Kuburan Orang yang Sudah Lama Meninggal?

banner 468x60

Bolehkah seseorang shalat di kuburan orang yang sudah lama meninggal? Misalnya ada sahabat kita yang meninggal 3 tahun lalu, dan kita belum sempat menshalati jenazahnya ketika dia meninggal. 3 tahun kemudian kita berkesempatan untuk menziarahi kuburnya, bolehkah kita shalat jenazah di kuburan tersebut?

Untuk menjawabnya mari kita simak uraian Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah ketika menjelaskan hadits yang menunjukkan bolehnya shalat jenazah di atas kuburan orang yang telah meninggal, beliau mengatakan,

“Di antara pelajaran hadits ini adalah disyariatkannya shalat jenazah di atas kuburan orang yang kita belum menshalatkannya ketika dia dikubur. Tetapi syariat ini hanya berlaku bagi orang yang wafat di zaman Anda. Adapun orang yang sudah lama wafat, maka tidak disyariatkan shalat jenazah di atas kuburnya. Karenanya, tidak disyariatkan untuk shalat jenazah di atas kuburan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau di atas kuburan Abu Bakar, Umar, Utsman atau sahabat-sahabat Nabi lainnya radhiallahu ‘anhumataupun para imam dan ulama setelahnya.

Shalat jezanah di atas kuburan hanya disyariatkan bagi orang yang wafat di zaman Anda. Misalnya ada seseorang yang wafat 30 tahun lalu sementara umur Anda sekarang 30 tahun, maka Anda tidak disyariatkan shalat jenazah di atas kuburannya karena dia sudah wafat sebelum Anda dilahirkan atau sebelum Anda menjadi orang yang wajib mengerjakan shalat. Adapun orang yang wafat ketika Anda sudah umur orang yang wajib shalat, maka Anda boleh shalat jenazah di atas kuburannya baik itu kerabat atau orang yang Anda cintai.” (Syarah Riyadhus Shalihin 2/37)

Hadits yang dimaksud dalam pembahasan beliau adalah hadits

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنَّ امْرَأَةً سَوْدَاءَ كَانَتْ تَقُمُّ الْمَسْجِدَ، أَوْ شَابًّا، فَفَقَدَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَأَلَ عَنْهَا، أَوْ عَنْهُ، فَقَالُوا: مَاتَ. قَالَ: أَفَلَا كُنْتُمْ آذَنْتُمُونِي. قَالَ: فَكَأَنَّهُمْ صَغَّرُوا أَمْرَهَا، أَوْ أَمْرَهُ، فَقَالَ: دُلُّونِي عَلَى قَبْرِهِ. فَدَلُّوهُ، فَصَلَّى عَلَيْهَا، ثُمَّ قَالَ: إِنَّ هَذِهِ الْقُبُورَ مَمْلُوءَةٌ ظُلْمَةً عَلَى أَهْلِهَا، وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُنَوِّرُهَا لَهُمْ بِصَلَاتِي عَلَيْهِمْ.

Dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Ada seseorang perempuan berkulit hitam atau seorang pemuda yang biasa membersihkan masjid. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melihatnya lagi. Beliau pun mempertanyakannya. Para sahabat menjawab, bahwa orang itu telah wafat. Nabi pun bertanya, “Mengapa kalian tidak memberi tahu aku?”. Seakan-akan para sahabat menganggap remeh pekerjaan orang yang biasa membersihkan masjid itu. Lalu beliau bersabda: “Tunjukkan kuburannya!” Para sahabat menunjukkan kuburnya, kemudian beliau shalat di atas kuburnya dan bersabda. “Sesungguhnya kuburan ini tadinya dipenuhi kegelapan bagi penghuninya, tetapi Allah meneranginya lantaran shalatku atas mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 1337 dan Muslim no. 956)

Dari uraian beliau tersebut maka jelaslah bahwa seseorang diperbolehkan shalat jenazah di atas kuburan orang yang sudah wafat jika dulu dia belum sempat menshalatkannya dengan catatan orang tersebut wafat di zamannya. Semoga bermanfaat, wallahu a’lam.

Ditulis Oleh:
Ustadz Amrullah Akadhinta حفظه الله
(Kontributor Bimbingan Islam)

(Visited 13 times, 1 visits today)
Film Bioskop Online
author
Author: