Dulu Seorang Tukang Bangunan, Hingga Bertemu 20 Tahun Kemudian

20 tahun yang lalu, pria ini tidak suka sekolah, akhirnya saat lulus SMA, ia pun memutuskan untuk tidak kuliah dan ikut ayahnya bekerja sebagai tukang semen.

Tapi ketika ia memutuskan untuk jadi tukang, pacarnya saat itu langsung marah, “Saya gak mau punya suami yang gak berpendidikan!”. Akhirnya hubungan mereka pun berakhir…

Pria ini pun tetap melanjutkan pekerjaan sebagai tukang, beberapa tahun kemudian, pria ini mendapatkan pacar baru. Setelah pacaran 2 tahun, pria ini dibawa untuk menemui orangtua si gadis, tapi siapa sangka, ketika orangtua tahu tentang pekerjaannya, pria ini langsung ditolak mentah- mentah! Ia dihina “tidak memiliki masa depan”, dan dipaksa untuk memutuskan hubungan dengan putri mereka. Akhirnya, lagi- lagi hubungan percintaan pria ini kandas…

Pria ini sangat sedih dan kecewa, tapi ia tetap tidak melepaskan pekerjaannya. Malah sejak saat itu, ia semakin giat bekerja dan berusaha mengumpulkan uang. Ia dengar menjadi tukang di Australia dibayar sangat tinggi, akhirnya ia pun nekad dan terbang ke Australia untuk bekerja. Ketika berada di sana, pria ini pun belajar banyak hal- hal baru, seperti bahasa Inggris dan skil- skil kehidupan lainnya..

Setelah 5 tahun bekerja di Australia, pria ini akhirnya pulang kembali ke negara asal. Hasil kerja kerasnya di Australia tidaklah sia- sia, atasannya sangat menyayanginya, sampai- sampai sebelum pulang, ia diberi bonus gaji yang sangat tinggi. Begitu sampai di negara asal, pria ini langsung membuka kantor kecil yang bergerak di bidang bahan bangunan.

Kantornya perlahan- lahan menjadi semakin besar dan terkenal. Saat itu si pria pun mendapat kabar tentang kedua mantan pacarnya.

Mantan pacarnya yang pertama ternyata berhasil menikahi seorang profesor, tapi sayang, akhirnya sang suami selingkuh ketika dinas di luar negeri. Kini wanita tersebut harus berjuang mati- matian demi menghidupi dirinya sendiri dan anaknya yang baru berusia  5 tahun.

Sedangkan mantan keduanya kini masih single di usianya yang ke-40. Kabarnya, ia sangat sulit mendapatkan pasangan karena kedua orangtuanya masih terlalu pilih -pilih…

Akhirnya pria ini pun merasa sangat menyayangkan nasib kedua mantan pacarnya dan berkata, “Sayang sekali, seorang gadis yang baik harus kehilangan masa depan karena dipengaruhi konsep kehidupan orangtua yang terlalu kuno.”

Ya, akhir kata, sehebat apa pun kamu, jangan sampai kamu merendahkan pekerjaan orang lain! Asalkan seorang pria mencintai putrimu dengan sepenuh hati, ia pasti akan memperjuangkan pekerjaannya untuk menghidupi putrimu!

(Visited 70 times, 1 visits today)

Leave a reply "Dulu Seorang Tukang Bangunan, Hingga Bertemu 20 Tahun Kemudian"