Hiduplah Untuk Saat Ini, Bukan Untuk Masa Lalu Atau Masa Depan Kamu

banner 468x60

Pada sebuah senja yang berwarna keemasan, seorang lelaki muda dengan ransel di punggung berjalain menaiki sebuah bukit hijau.

Langkah gagahnya tiba-tiba terhenti. Di sudut jalan setapak yang dilaluinya, terlihat seorang lelaki tua, mungkin pertapa, sedang termangu-mangu memandang langit.

Penasaran, bertanyalah si anak muda itu, “Ada apa gerangan yang membuat Anda bingung, duhai orang tua.”

“Tingkah polah manusia di dunia ini, anakku,” jawanb si orang tua.

“Kenapa,” tanya si anak muda.

“Karena mereka mengorbankan kesehatannya hanya demi uang, lalu mengorbankan uangnya demi Kesehatan,” kata si orang tua.

“Mereka juga sangat khawatir terhadap masa depannya. Akhirnya mereka tidak Hidup pada masa depan atau pun masa kini.”

Sambil mengelus dada, orang tua itu kembali berujar, “Para manusia bertingkah dalam hidup seakan-akan tidak akan mati, lalu mereka mati tanpa pernah benar-benar menikmati apa itu hidup.”

Mendengar uraian tersebut, si anak muda jadi ikut gelisah. Setelah terdiam lama, dia pun bertanya. “Kalau begitu, apa yang seharusnya manusia lakukan?”

“Sederhana saja. Jangan sombong karena kaya dan berkedudukan. Jangan minder karena miskin dan hina. Bukankah kita semua hanyalah tamu dan semua milik kita hanyalah pinjaman? Tetaplah rendah hati seberapa pun tinggi kedudukan kita. Tetaplah percaya diri seberapa pun kekurangan kita. Karena kita hadir tidak membawa apa-apa dan kembali juga tidak membawa apa-apa. Datang ditemani oleh tangis, pergi juga ditemani oleh tangis,” berkata si orang tua dengan nada lembut. 

“Maka dari itu tetaplah bersyukur dalam segala keadaan apa pun dan hiduplah di saat yang benar-benar ada dan nyata untuk kita, yaitu saat ini. Bukan dari bayang-bayang masa lalu maupun mencemaskan masa datang yang belum lagi tiba,” ujar si orang tua sambil memegang pundak si anak muda.

(Visited 46 times, 1 visits today)
Film Bioskop Online
author
Author: