“Kembang Desa” Yang Tidak Bisa Melahirkan Anak Laki-Laki

banner 468x60

Kembang Desa” Ini Disiksa dan Diceraikan Karena Tidak Melahirkan Anak Lelaki. Tak Disangka, Setelah Menikah Lagi Ia…???

Ketika Rini baru berumur 23 tahun ketika menikah dengan suaminya Tono. Adalah suatu kebanggan tersendiri bagi Tono berhasil mengalahkan lelaki lainnya dan memperistri seorang kembang. Setelah menikah Rinipun tinggal di rumah Tono dan hidup bersama dengan sang ibu mertua. Sejak itulah Rini harus menjalani hidup yang sulit. Ia harus mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga dan menghadapi ibu mertua yang tidak pernah puas dengan apa yang ia kerjakan, sedangkan sang suami jarang berada di rumah karena asik berjudi. Ketika Tono mengetahui hal tersebut, ia hanya menanggapinnya sambil lalu dan berkata,” Dia itu ibuku, ia membesarkanku seorang diri. Kamu harus berbakti padanya.”

Setahun kemudian Rinipun mengandung anak pertamanya. Kehamilanya tidak mengubah hal apapun, ia tetap harus mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga serta menghadapi mertua yang sulit dan Tono bahkan tidak meninggalkan kebiasaannya berjudi. Mertua Rini menyangka ia akan mendapatkan cucu lelaki karena semua tanda-tanda kehamilan Rini menunjukkan demikan, namun ketika Rini melahirkan, barulah diketahui bayi tersebut adalah bayi perempuan! Tono dan ibu mertuanya tidak terima kenyataan tersebut dan Tono bahkan langsung pulang tanpa menggendong bayinya sama sekali. Rini hanya bisa menangis meratapi nasibnya dan putri kecilnya…

Suatu hari, Tono yang semakin gila main judi pulang dengan babak belur. Ia kalah banyak dan dipukuli karena tidak punya uang. Sesampainya dirumah Tono langsung mengambil semua harta benda yang tersisa sambil mengumpat,”Dasar cewek tukang bawa sial! Udah gak bisa kasih anak cowok masih nularin sialnya ke gue lagi! Asli sial banget gue nikah sama lu!” Tak hanya itu, Tono juga memukuli Rini dan mengusirnya keluar dari rumah. Ibu mertua hanya berkata,”Ya Tuhan… Anakku! Kesayangan Ibu!” tanpa bermaksud mencegah Tono berbuat demikian.

Akhirnya Rinipun bercerai dan membawa putri kecilnya bersamanya. Dalam waktu sekejap tersiar kabar di seluruh desa yang memberitakan bahwa Rini adalah wanita pembawa sial. Rini sungguh tidak tahu harus berbuat apa untuk bertahan hidup dan membesarkan putrinya. Ketika dalam keadaan putus asa itulah Rini bertemu dengan suami keduanya. Ketika itu Rini sedang duduk di kedai kecil merenungi nasipnya, tiba-tiba bos kedai itu datang menghampiri Rini dan menghidangkan sepiring nasi goreng hangat sambil berkata dengan terbata-bata,”Kamu nikah sama aku aja… Walaupun aku bukan orang kaya tapi kita bisa sama-sama berusaha dan aku janji tidak akan membiarkan kamu dan anakmu kelaparan.

Suami kedua Rini, Bayu, adalah seorang lelaki jujur yang tidak kaya dan tidak ganteng, namun pernyataan “aku tidak akan membiarkan kamu dan putrimu kelaparan” sangat menyentuh hatinya sehingga ia memutuskan untuk menikah dengan lelaki tersebut.

Kehidupan pernikahan Rini yang kedua amatlah berbeda dari pernikahannya yang pertama. Bayu adalah seorang pekerja keras dan ibu Bayu memperlakukan Rini dan putrinya dengan sangat baik. Rinipun menjalankan tugasnya sebagai ibu dan istri dengan bahagia tanpa tekanan sedikitpun. Kurang dari dua tahun, kedai makan Bayu berkembang pesat dan Rinipun melahirkan seorang anak lelaki.

Suatu hari ketika ibu Bayu sedang membawa kedua cucunya main di taman umum, ia bertemu dengan ibu Tono dan terjadilah percakapan berikut…

Ibu Tono,”Duh anak kamu pinter cari duit yah!

Ibu Bayu, “Bukan akan anak aku hebat, tapi menantuku yang hebat. Setelah menikah dengan Bayu ia membantu usaha Bayu dan menangani keuangan dengan sangat baik makanya sekarang kedai makan Bayu berkembang pesat.”

Ibu Tono,”Kamu tega yah anak kamu cape begitu…”

Ibu Bayu,”Bayu adalah tulang punggung keluarga, sudah seharusnya ia bekerja keras demi istri dan anak-anaknya.”

Mendengar hal tersebut Ibu Tono jadi tidak enak hati, ia berusaha mengalihkan pembicaraan dan berkata,”Cucu lelakimu penurut banget yah! Si Rini di rumahku cuman ngelahirin anak perempuan gak berguna.”

Tidak senang mendengar cucu perempuannya dikata-katai seperti itu, ibu Bayu balik berkata,”Cucu perempuanku sangat pintar, ialah yang mendidik adiknya hingga jadi penurut seperti ini.”

Baru selesai berkata demikian, tiba-tiba terdengar suara cucu lelakinya yang berkata,”Ma… Mama…”

Ternyata Rini dan Bayu datang menjemput mereka! Melihat Rini yang kini kembali cantik dan terlihat segar, ibu Tono berkata,”Wah Rin abis jadi istri bos jadi cantik yah sekarang.”

Ibu Bayu membela Rini dan berkata,”Eh bu, tau gak, wanita jika nikah sama pria yang ga bener idupnya pasti kaya di neraka! Mo cantik kaya gimana juga pasti jadi layu dan jelek! Mulai sekarang berhentilah jelek-jelekin Rini. Jangankan Rini, aku yakin rejeki juga pasti betah tinggal dirumah orang jahat kaya kamu!” Selesai berkata demikian ibu Bayu langsung membawa kedua cucunya, Rini dan Bayu pergi meninggalkan ibu Tono yang marah namun diam seribu bahasa tanpa bisa membalas perkataan ibu Bayu.

(Visited 94 times, 1 visits today)
Film Bioskop Online
author
Author: