Kisah Inspirasi Penjual Lukisan Ka’bah

No comment 380 views
banner 468x60

Kemarin ketika saya dan keluarga sedang makan diluar, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menawarkan hiasan dinding…

“Hiasan dindingnya hanya 25 ribu saja, asli kulit domba dari garut”…Gitu katanya sambil menunjukkan beberapa hiasan dinding yang dibawanya…

Namun karena kami lagi asyik makan, istri saya langsung menolak tarawan dari laki-laki itu…

Sang penjual hiasan dinding kemudian berkata…

“Iya terima kasih ya”…Ucap sang penjual hiasan dinding sambil tersenyum dan kemudian pergi dari tempat makan…

Mendengar kata-kata itu saya merasa seperti ada sesuatu…Tanpa pikir panjang lagi saya lalu bilang ke istri…

“Dia masih jualan tuh jam segini…Sekarang sudah jam satu malam…Kalau dia masih jualan jam satu malam berati dia belum makan…Beli saja”…

Istri saya kemudian meminta tolong karyawan tempat makan untuk mencari penjual hiasan dinding tadi…

Beberapa menit setelah itu sang penjual hiasan dinding muncul dengan napas yang terengah-engah dan lalu berkata…

“Ya ALLAH…Alhamdulillah do’a hamba dikabulkan…Dari pagi belum ada terjual satupun…Alhamdulillah Ya ALLAH…Alhamdulillah”…

Saya lalu bertanya ke sang penjual hiasan dinding…

“Berapa harganya?”…

Sang penjual hiasan dinding kemudian menjawab…

“Harganya 25 ribu om…Maaf saya habis lari tadi jadi masih agak sesak napas…Maaf ya om”…

Saya lalu nanya lagi ke dia…

“Bukan yang itu, tapi yang besar…Berapa harganya?”, Tanya saya sambil menunjuk hiasan dinding dengan tema Ka’bah…

Sang penjual hiasan dinding lalu menjawab…

“Kalau yang besar harganya 200 ribu om”…

Ibu saya kemudian mencoba menawar harga itu…

“Kurang dikit ya”, kata ibu saya sambil tersenyum…

Sang penjual hiasan dinding kemudian ngasih penawaran yang lebih mantap lagi…”200 ribu saya kasih 1 yang besar dan 3 yang kecil ya bu”, katanya sambil tertawa kecil…

Belum selesai proses tawar menawar…Saya lalu meminta istri saya ngasih uang 200 ribu ke sang penjual hiasan dinding…

Sang penjual hiasan dinding sedikit bingung dan kemudian bertanya…”200 ribu ini untuk satu yang besar dan tiga yang ukuran kecil ya?”…

Saya lalu menjawab…”Bukan…Saya cuma mau satu yang besar yang gambar Ka’bah tadi”…

Sang penjual hiasan dinding kemudian nanya lagi…

“Hanya satu yang besar saja?”…

Saya kemudian menjawab…”Ya hanya satu saja…Yang Ka’bah…Saya pengen kesana nanti”…

Mendengar kata-kata saya…Sang penjual hiasan dinding kemudian berkata…

“Alhamdulillah…Saya do’akan om dan keluarganya semoga bisa lekas ke tanah suci dan saya do’akan juga om dan keluarganya semoga rezekinya semakin dilimpahkan lagi”…

“Maaf kalau saya kurang bagus jualannya om…Sebenarnya saya sudah sangat ngantuk…Tapi saya yakin ALLAH akan memberikan rezeki untuk saya hari ini…Sekali lagi terima kasih ya om…Saya akan terus semangat untuk berusaha…Saya akan terus ikhtiar agar saya bisa membahagiakan keluarga saya…Mohon do’akan saya agar bisa berhasil ya om”…

Sang penjual hiasan dinding lalu bersalaman dengan saya dan keluarga dan kemudian meninggalkan tempat makan…

— The End —
.

Apa saja pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita di atas?…Kayanya ada banyak ya om tante hehe…

Yang pertama…Ketika berusaha kita tidak perlu takut apakah ini akan laku, apakah bisa terjual dan yang gitu lainnya…Yakin saja ke ALLAH SWT…ALLAH itu Maha Mengetahui…

Yang kedua…Banyak orang yang mengeluh ketika “jualannya hanya sedikit”…Dan banyak juga orang yang baru mulai tapi sudah buru buru pengen berhenti…Nah coba bandingkan dengan sang penjual hiasan dinding tadi…Dia masih bisa tersenyum walaupun saat itu ditolak dan belum mendapatkan penjualan…Dan coba lihat juga “Jam satu malam dia masih keliling jualan karena dia yakin hari itu akan ALLAH akan memberikannya rezeki…Masih beranikah anda mengeluh? hehe…

(Visited 145 times, 1 visits today)
Film Bioskop Online
author
Author: