Mengajarkan Anak Kasih Sayang Sejak Dini

No comment 151 views
banner 468x60

Kasih sayang merupakan salah satu sifat Alloh subhanahu wata’ala yang maha indah. Bahkan kasih sayang yang ada pada setiap makhluk hidup di alam semesta baik manusia maupun hewan adalah bersumber dari Alloh subhanahu wata’ala dan hanya satu bagian dari seratus bagian kasih sayang yang ada di sisi Alloh subhanahu wata’ala. Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam bersabda: “Alloh subhanahu wata’ala menjadikan kasih sayang itu menjadi seratus bagian, sembilan puluh sembilan bagian Alloh tahan di sisi-Nya dan satu bagiannya Alloh turunkan ke muka bumi. Dari satu bagian (kasih sayang) inilah para makhluk Alloh saling berkasih sayang sampai seekor kuda mengangkat kaki belakangnya untuk anaknya karena khawatir akan menimpa anaknya.” (HR. Bukhori)

Kasih sayang adalah salah satu sifat mulia yang hendaknya dimiliki oleh setiap muslim. Karena orang yang memiliki sifat ini akan disayangi oleh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang dan sebaliknya. Oleh kerena itu, Rosululloh pernah bersabda:“Siapa yang tidak menyayangi niscaya ia tidak disayangi.” (HR. Bukhori). Dalam riwayat lain Nabi bersabda dalam rangka memotivasi umatnya agar menghiasi dirinya dengan sifat mulia ini: “Sayangilah/kasihanilah yang ada di muka bumi niscaya yang di langit (Alloh) akan menyayangi kalian.” (HR. Tirmidz)

Kasih sayang Rosululloh
Dalam hadits-hadits yang shahih, banyak sekali gambaran kasih sayang yang dicontohkan oleh Nabi shollallohu’alaihi wasallam kepada umatnya, baik kasih sayangnya terhadap manusia atau hewan. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam pernah mencium Al-Hasan bin ‘Ali. Aqra’ bin Habis At-Tamimi saat itu sedang duduk di sisi Nabi shollallohu’alaihi wasallam, kemudian Aqra’ berkata, ‘saya memiliki sepuluh orang anak tapi saya tidak pernah mencium salah satupun di antara mereka, kemudian Rosululloh shollallohualaihi wasallam melihat kepadanya seraya bersabda: “Siapa saja yang tidak menyayangi niscaya ia tidak akan disayangi.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Pada satu kesempatan, Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam melihat seekor unta yang terlihat loyo, maka Nabi shollallohu’alaihi wasallam bertanya, siapa pemilik unta ini? Sang pemilik menjawab, ‘Milik saya wahai Rosululloh.’ Lantas Beliau shollallohu’alaihi wasallam berkata, ‘Takutlah kamu kepada Alloh terhadap untamu, ia mengeluh kepadaku bahwa kamu tidak memberinya makan yang cukup, tapi beban yang kamu letakkan di atasnya sangat berat.”

Begitu pula ketika datang sekelompok orang dalam keadaan fakir dan menyedihkan, spontan beliau menyeru kepada manusia agar bersedekah untuk orang fakir tersebut. Dalam kesempatan lain beliau melihat burung yang bersedih dan menangis karena kehilangan telurnya, Rosululloh bertanya kepada para shahabatnya, siapa yang telah mengambil telur burung itu? Salah seorang dari mereka menjawab, ‘saya wahai Rosululloh,’ lalu beliau berkata, ‘kembalikan telur itu ke sarangnya. Semua tindakan beliau di atas muncul dari lautan kasih sayang yang menghiasi diri Rosululloh .

(Visited 32 times, 1 visits today)
Film Bioskop Online
author
Author: