Bagaimana Cara Agar Kita Mudah Dalam Bergaul

No comment 41 views
banner 468x60

Pergaulan dewasa ini yang semakin tidak terarah dan tidak Islami membuat sebagian kalangan cenderung memilih menjauhi pergaulan yang ada, terlebih lagi jika seseorang mengalami keterasingan disebabkan keistiqomahannya memegang prinsip-prinsip agama di tengah-tengah masyarakat yang jauh dari agama.

Bagi mereka yang merenungi hadits-hadits Nabi tentu tidak merasa aneh dengan situasi tersebut, hal ini dikarenakan jauh-jauh hari Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam telah menyampaikan pesan bahwa

“Sesungguhnya Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka thuuba (beruntunglah) orang-orang yang asing.”
(HR. Muslim)

Seorang yang mengambil keputusan untuk sama sekali tidak bergaul dengan lingkungan masyarakat sekitar tidak selamanya dibenarkan. Sebab secara kodrat, manusia adalah mahkluk sosial yang tidak akan pernah bisa hidup sendiri tanpa membutuhkan orang lain. Seorang yang paling mandiri sekalipun, tak akan pernah bisa mengelak untuk berinteraksi dengan sesamanya.

Terlebih lagi bagi seorang aktivis dakwah (da’i), ia dituntut untuk bergaul dengan orang lain agar bisa menyampaikan dakwahnya di tengah masyarakat, jika seorang da’i hanya diam di pojokan masjid tanpa kenal dengan orang sekitar maka akan sulit dakwahya sampai kepada orang lain.

Dengan demikian maka bergaul merupakan suatu keniscayaan. Namun kita harus meluruskan terlebih dahulu mengenai apa yang dimaksud dengan ‘GAUL’?

Kata-kata ‘gaul’ sudah tidak asing di telinga kita, terutama bagi para pemuda. Namun satu hal yang disayangkan adalah; belakangan ini seringnya kata ‘’gaul’ lebih banyak disandingkan kepada para remaja yang meniru gaya hidup modern, westernis dan hedonis, sehingga orang yang tidak seperti itu maka disebutnya ‘tidak gaul’. Pemahaman seperti ini adalah salah satu akibat dari ide liberalisme (kebebasan) yang lahir dari sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan).

Padahal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ‘gaul’ berarti “hidup berteman (bersahabat)”.  Artinya, seorang yang hidup berteman atau bersahabat dengan orang lainpun adalah termasuk bentuk pergaulan. Dan Islam telah mengatur segala hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia, termasuk dalam masalah pergaulan tentang bagaimana agar seorang akan sukses bergaul dan sesuai Syari’at.

Berikut ini adalah hal-hal yang sebaiknya diperhatikan dalam bergaul, adapun yang sedang kita bahas kali ini sebatas pergaulan sesama jenis, bukan lawan jenis. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Sering-seringlah saling menegur sapa dan memberi salam kepada orang yang kita kenal, baik ketika berpapasan di jalan, atau ketika bertemu di suatu tempat. Hal ini penting dilakukan sebagai bentuk perhatian kita terhadap teman, dan dengan ini teman kitapun akan merasa senang berteman dengan kita. Sampaikan pula pertanyaan sapaan, seperti; apa kabar?, atau tanya kabar keluarganya, perkerjaannya dan lain sebagainya yang menunjukkan kepedulian kita terhadapnya.Hal ini patut kita perhatikan, terlebih lagi mengucapkan salam merupakan suatu sunah sebagaimana yang disabdakan oleh Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam“Hak seorang muslim atas saudaranya yang Muslim ada enam: Apabila kalian bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam kepadanya.” (HR. Muslim, 2162)

    Namun tentu kitapun tidak boleh membatasi salam dan sapaan hanya kepada orang yang dikenal saja. Terkadang mungkin kita merasa canggung untuk mengucapkannya. Padahal perbuatan tersebut adalah bagian dari tanda kiamat yang dialamatkan oleh Rosululloh, dimana beliau bersabda: “Sesungguhnya di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah manusia tidak mau mengucapkan salam kepada orang lain kecuali yang dikenalnya saja”(HR. Ahmad, 5: 326. Syaikh Ahmad Syakir berkata: ‘Isnadnya Shahih).

    Oleh karena itu, cobalah untuk menyapa dan ucapkan salam kepada siapa saja yang kita jumpai meskipun belum kenal, bahkan jika tidak sedang tergesa-gesa, lebih baik lagi kita memperkenalkan diri dengan memberi senyuman seraya menyodorkan tangan mengajak salaman lalu menyebutkan nama kita. Maka otomatis iapun dengan senang hati akan menyebutkan namanya. Nah dari sinilah kita bisa memulai pembicaraan yang lebih akrab.

  2. Ketika sedang berbicara, selalu gunakan pendengaran dengan baik, dengarkan lawan bicara kita sehingga ia merasa diperhatikan, kalau perlu anggukan kepala anda sebagai tanda bahwa anda serius dalam memperhatikan pembicaraannya. Jangan coba-coba mengalihkan pandangan atau membuang muka ketika teman kita sedang berbicara. Dengan hal ini maka ia InsyaAlloh akan senang berbicara dengan anda.
  3. Jadilah teman yang baik, dalam keadaan susah maupun senang. Pandai-pandailah membaca perasaan orang dan rasakan perasaan orang tersebut (berempatilah). Apabila teman kita sedang gembira karena mendapat kenikmatan dari Alloh, maka cobalah ikut merasakan kegembiraannya dan berikan ucapan selamat kepadanya. Adapun jika ia sedang mengalami musibah berupa sakit, maka hendaknya kita jenguk dia, berikan kepadanya do’a dan kata-kata yang baik. Hal ini merupakan sunah yang mulia dari Nabi kita Muhammad dan balasannya adalah pahala yang besar.Beliau bersabda : “Tidaklah seorang muslim menjenguk saudaranya sesama muslim yang sakit pada waktu pagi, melainkan 70.000 Malaikat akan mendo’akannya sampai waktu sore. Apabila ia menjenguknya pada waktu sore, maka 70.000 Malaikat akan mendoakannya sampai waktu pagi. Iapun akan mendapatkan taman di surga.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
  4. Berilah bantuan kepada teman kita saat ia merasa kesulitan, baik dalam hal pekerjaan, perekonomian dan lain sebagainya. Hal-hal seperti itu sangat efektif untuk memikat hati seseorang yang awalnya membenci kita Insya Allah akan berubah menjadi cinta, ia pun akan senang hati bergaul dengan kita. Bahkan hal itu akan mendapat pahala besar di sisi Allo Sebagaimana sebuah hadits Dari Abu Hurairah. Ia Berkata, Nabi bersabda, “Barangsiapa yang melepaskan seorang mukmin dari kesusahan dunia, maka Alloh akan membebaskannya dari kesusahan di hari kiamat. Barangsiapa yang memudahkan orang yang sedang mengalami kesulitan, maka Alloh akan memudahkan kepadanya di dunia dan akhirat….” (HR. Muslim)
  5. Bersikap sopanlah kepada teman atau orang yang lebih tua dari kita, jangan perlakukan ia sama seperti teman yang seumuran dengan kita, baik dalam penggunaan bahasa, ataupun dalam bercanda. Posisikan ia sebagaimana mestinya. Dengan ini maka kita InsyaAlloh akan diterima di segala lapisan.
  6. Bagi seorang laki-laki, perhatikanlah penampilan saat bergaul dengan teman atau masyarakat sekitar. Baik dari sisi pakaian, kebersihan dan kerapihan. Rambut yang terlihat acak-acakan, bau badan tak sedap, pakaian tidak rapih dan gigi yang tidak bersih sangatlah tidak sedap dipandang. Jika dengan penampilan seperti itu, maka niscaya teman-teman tak akan betah berlama-lama dengan kita. Sebaliknya jika penampilan kita bersih, rapih, dan harum niscaya hal itu menambah percaya diri kita, dan orang lain pun akan senang berada di dekat kita. Dan itulah hal-hal yang disunahkan oleh Rasululloh, beliau selalu memperhatikan penampilan saat bertemu orang lain di luar rumah atau pun ketika bersama istri-istrinya di dalam rumah.
  7. Bersikaplah rendah hati, dan jangan bersikap sombong. Yakinlah bahwa tidak akan ada orang yang ingin bergaul dengan orang yang sombong, ia merasa dirinya adalah yang ‘paling segalanya’ dan merendahkan teman-temannya. Bukan hanya manusia, bahkan Alloh pun sangat benci kepada orang yang sombong, dan yang lebih dari itu Alloh mengancam orang yang sombong dengan neraka.
  8. Tegakkan amar ma’ruf nahyi munkar. Jangan takut memberikan kritik yang membangun bagi teman, nasihati ia jika melakukan kesalahan atau kemaksiatan, ingatkan ia kepada Alloh ketika lalai. Ajak teman kita pada bentuk keta’atan kepada Allo Sehingga hidupnya akan terwarnai dengan hidup yang Islami.Dan inilah yang diwajibkan atas setiap muslim, sebagaimana Rosululloh bersabda: Dari Abu Sa’id Al-Khudri  berkata: Saya mendengar Rosululloh  bersabda: “Siapa yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya Iman.”  (HR. Muslim)
(Visited 13 times, 1 visits today)
Film Bioskop Online
author
Author: