Cara Bercanda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Part 1

banner 468x60

Canda adalah rayuan atau godaan yang dilakukan seseorang dengan maksud memasukan kebahagiaan kedalam hati seseorang yang dicandai agar menumbuhkan atau menambahkan rasa cinta dan kasih sayang.

Canda bisa kita ibaratkan seperti garam yang ada pada makanan. Jika makanan tidak dibumbui garam maka makanan tersebut akan terasa hambar dan lidah tidak bisa menikmatinya. Begitu juga sebaliknya, jika makanan itu terlalu banyak kadar garamnya maka makanan tersebut lebih tidak enak lagi untuk dinikmati sehingga lidahpun tidak bisa menerima dan menikmatinya. Seperti itulah kiranya yang terjadi pada sebuah canda.

Seorang muslim sudah sepantasnya menjadikan canda dalam dirinya pada posisi yang tepat dan proporsional. Yaitu tidak menjadikan setiap keadaan dan kesempatan senantiasa dipergunakan untuk bercanda dan tidak pula selalu terkesan keras dan kaku. Dan yang tidak kalah penting untuk diperhatikan dalam bercanda, hendaklah candaan itu tidak keluar kecuali kebenaran.

Imam Nawawi Rahimahullah berkata :

“Berkata para ulama : canda yang dilarang yaitu canda yang didalamnya ada unsur berlebih-lebihan dan menjadi kebiasaan karena canda yang seperti itu sesungguhnya akan melahirkan tawa yang dapat mengeraskan hati, melalaikan diri untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala dan lalai dalam memikirkan kepentingan-kepentingan agama, menjadikan banyak waktu terbuang hanya untuk kerusakan, mewariskan hasad, dan menghilangkan kewibawaan. Canda yang terlepas dari perkara-perkara tersebut maka itu boleh-boleh saja, karena Rosulullah shalallahu alaihi wasallam juga pernah melakukannya.” (Kitab Al-Adzkar : 1/327)

Tergambar pada sebagian orang, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang yang kaku dan keras. Padahal kalau kalau kita perhatikan hadits-hadits yang shahih maka keadaan beliau adalah sebaliknya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang yang lembut dan penuh kasih sayang. Tidak jarang beliau menggoda dan mencandai para sahabat-sahabatnya sesuai dengan kebutuhan. Perlu dipahami Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam tidaklah bercanda dengan suatu candaan atau perkataan kecuali itu adalah kebenaran. Suatu ketika Nabi Shallallahi ‘alaihi wasalam mencandai para sahabat-sahabatnya. Merekapun berkata kepada Nabi,

قالوا : يا رسول الله ! إنك تداعبنا ؟! قال : إني لا أقول إلا حقا

Para Sahabat berkata: “Ya Rasulullah sungguh engkau mencandai kami!” Rasulullah menjawab : “Sesungguhnya tidaklah aku berkata kecuali kebenaran.” (HR. Tirmidzi dalam Jami’nya no 1990)

Diantara Candaan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Kisah Pertama

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mencandai Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu. Beliau pernah memanggil Anas bin Malik dengan panggilan “pemilik dua telinga”.

عن أنس بن مالك أن النبي صلى الله عليه وسلم قال له : يا ذا الأذنين قال محمود : قال أبو أسامة : يعني يمازحه

Dari Anas bin Malik sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkata kepadanya : “Wahai pemilik dua telinga.”

Perawi yang meriwayatkan hadist ini yaitu Abu Usamah menjelaskan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ingin mencandai Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu dengan panggilan tersebut. (HR Tirmidzi dalam Jami’nya no 1992)

Panggilan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ini tidak menutup kemungkinan adalah bagian dari pujian atau sanjungan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu. Karena Anas bin Malik memiliki dua telinga yang selalu mendengar, taat, dan mengingat apa yang dikatakan kepadanya.

Anas bin Malik pada saat itu adalah pembantu Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, akan tetapi keadaannya itu tidak menghalangi Nabi untuk mencandainya. Berbeda halnya dengan keadaan sebagian orang, mereka menutup diri untuk bercanda dengan pembantu mereka, disebabkan mereka memandang candaan tersebut akan mengurangi martabat dan derajat mereka. Tentu hal seperti ini sangatlah bertentangan dengan petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, bertentangan dengan sifat tawadhu yang sepantasnya setiap muslim menghiasi diri dengannya.

(Visited 45 times, 1 visits today)
Film Bioskop Online
author
Author: