Demo Sebenarnya Merubah Sebuah Kerusakan dengan Kerusakan

banner 468x60

Di antara bentuk penyimpangan akidah adalah keluar dari barisan persatuan kaum muslimin. Menyebarkan desas-desus dan provokasi. Tidak taat kepada pemimpin. Dan membangkitkan pergolakan. Atau dalam istilah sekarang kita kenal dengan demonstrasi.

Dimana sebagian orang begitu semangat menempuh jalan ini. Mereka menyatukan tekad mereka. Padahal mereka tidak paham permasalahan secara utuh dan menempuh jalan yang keliru. Dalam permasalahan demonstrasi seperti ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,

Para demonstran meremehkan cara-cara yang sesuai syariat sebagai solusi perbaikan. Ini adalah bentuk kesombongan terhadap sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Para demonstran memandang metode revolusi lebih baik daripada metode yang dituntunkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Jika kita bacakan kepada mereka salah satu hadits Nabi yang shahih yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Ibnu Abi Ashim, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang ingin menasihati penguasa, janganlah ia menampakkannya terang-terangan. Akan tetapi hendaklah ia meraih tangan sang penguasa, lalu menyepi dengannya lalu sampaikan nasihatnya. Jika nasihat itu diterima, maka itulah yang diinginkan. Namun jika tidak, maka sungguh ia telah melaksanakan kewajiban (menasihati penguasa).” (HR. Ahmad 3/403 dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Dzilaal As-Sunnah 2/507)

Kalau kita bacakan hadits ini atau hadits yang semakna, niscaya akan mereka tolak sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini.

Kemudian metode kritik pemerintah seperti ini adalah caranya orang-orang non Islam. Merekalah yang pertama kali memulai demonstrasi. Oleh karena itu, kita lihat mereka senantiasa menggembosi umat Islam untuk melakukan hal ini. Para demonstran –sangat disayangkan- adalah orang-orang yang melestarikan kebiasaan mereka ini. Dan orang-orang kafir itu menggemakan seruan ini di negeri kita dan negeri-negeri lainnya.

Dan lagi demonstrasi akan merusak pertumbuhan ekonomi di negara. Bahkan tidak jarang malah membuat lumpuh perekonomian. Tidak heran, jika para ulama mengharamkan demonstrasi ini.

Tidak ada yang mau berpikir tentang kerusakan dari demonstrasi itu sendiri.

Cobalah mengambil pelajaran dari negara-negara lain yang awalnya dari demo, namun terjadilah kerusakan yang berkepanjangan dan menyusahkan banyak orang.

“Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang cerdas” (QS. Al Hasyr: 2).

(Visited 5 times, 1 visits today)
Film Bioskop Online
author
Author: