Hukum Mendo’akan Hidayah Untuk Ahlul Bid’ah

No comment 78 views
banner 468x60

Tidak boleh kita ikut serta dalam kegiatan tersebut karena ia merupakan ritual agama yang bukan merupakan bagian Islam sama sekali. Tidak pernah dilakukan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum.

Kita mencukupkan diri beribadah kepada Allah dengan menggunakan syariat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam saja, tidak kurang tidak lebih. Karena Agama sudah disempurnakan oleh Allah ta’ala sejak zaman Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, Allah ta’ala berfirman :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu”. (Al-Ma’idah : 3)

Agama sudah lengkap, sudah sempurna dan tidak boleh ditambahi ritual ibadah yang baru yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Kita pun tidak boleh ikut serta di dalam ritual-ritual seperti itu. Dan berusaha mencari ilmu dari para ustadz para kyai yang mengajarkan agama berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafush shalih.

Dan kita mendoakan ustadz serta masyarakat kita agar mereka mendapatkan hidayah untuk menerima sunnah sebagai ciri dan karakter khas agama mereka, sebagai wujud cinta kasih kita kepada mereka. Karena rata-rata pelaku bid’ah mereka belum memahami hakikat bid’ah yang sebenarnya.

Wallohu A’lam
Wabillahit Taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayaty حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbingan Islam )

(Visited 15 times, 1 visits today)
Film Bioskop Online
author
Author: