Istiqomah Adalah Sebuah Karunia, Bukan Kehebatan

banner 468x60

Istiqomah, keteguhan hati, ketetapan jiwa merupakan karunia Allah subhanahu wata’ala bukan karena kehebatan kita.

Dan sekiranya Kami tidak memperteguh (hati)mu, niscaya engkau hampir saja condong sedikit kepada mereka (QS. Al-Isra’ 74)

Kalau Allah subhanahu wata’ala menyatakan hal ini kepada nabinya, rasul pilihannya bahwa keteguhan hati yang ada pada dirinya berasal dari Allah, maka apalagi kita ini, nabi bukan, gelar sebagai “orang shalih” pun masih jauh dari yang diharapkan, apalagi kemaksiatan yang masih banyak terhasilkan dari anggota badan.

Jika kita masih teguh diatas sunnah, maka itu adalah karunia, bukan karena kehebatan kita.

Jika kita masih mudah, teguh dan rajin untuk shalat lima waktu dimasjid, maka itu adalah karunia, bukan karena kehebatan kita.

Kalau kita masih mudah untuk bangun malam, melaksanakan tahajud, maka itu adalah karunia, bukan karena kehebatan kita.

Kalau kita masih dimudahkan untuk berpuasa, baik yang wajib ataupun sunnah, maka itu adalah karunia, bukan karena kehebatan kita dan begitu seterusnya.

Maka jangan sekali-kali menganggap ketuguhan hati dan keistiqomahan kita ini karena kehebatan yang kita miliki. Tapi yakinlah keteguhan hati dan keistiqomahan ini adalah karunia Allah ta’ala, dan Allah bisa mencabutnya kapanpun juga.

Mari! kita perbanyak doa yang sering Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam baca,
Ummu Salamah rhadiyallahu’ anha, salah seorang istri nabi, pernah ditanya, “doa apa yang sering dibaca nabi ketika menginap dirumah mu?”

Beliau menjawab : “doa yang sering dibaca nabi ketika menginap dirumah ku adalah,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“wahai Dzat yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hatiku diatas agama Mu.”

Ummu salamah rhadiyallahu ‘anha bertanya kepada Rasulullah shallallahu’ alaihi wasallam “wahai rasulullah, kenapa engkau banyak sekali membaca doa,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“wahai Dzat yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hatiku diatas agama Mu?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : “wahai ummu salamah, tidak ada seorang manusiapun kecuali hatinya pasti diantara dua jari Allah, jika Allah berkehendak akan menjadikannya istiqamah, jika Allah berkehendak juga, akan dijadikan terbelok (tersesat)” jawab beliau. (Lihat sunan At-Tirmidzi no 3522)

(Visited 6 times, 1 visits today)
Film Bioskop Online
author
Author: