Lima Alasan Lelaki Harus Mengerti Wanita

No comment 87 views
banner 468x60

Haruskah bagi laki-laki untuk mempelajari segala hal tentang wanita? Apa perlunya? Untuk apa tahu tentang wanita? Apa faedahnya ? Berikut adalah lima alasan mengapa lelaki perlu tahu tentang wanita.

Mayoritas penduduk bumi dari bangsa manusia di akhir zaman adalah perempuan

Hal ini sebagaimana dikabarkan oleh Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits beliau, dari Anas dia berkata,

لَأُحَدِّثَنَّكُمْ حَدِيثًا لَا يُحَدِّثُكُمْ أَحَدٌ بَعْدِي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَقِلَّ الْعِلْمُ وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا وَتَكْثُرَ النِّسَاءُ وَيَقِلَّ الرِّجَالُ حَتَّى يَكُونَ لِخَمْسِينَ امْرَأَةً الْقَيِّمُ الْوَاحِدُ

“Akan kuberitahukan kepada kalian suatu hadits yang tidak akan ada seorang pun yang menceritakannya kembali kepada kalian sepeninggalku. Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Diantara tanda-tanda kiamat adalah berkurangnya ilmu (keIslaman), merebaknya kebodohan, merajalelanya perzinaan, bertambahnya populasi kaum wanita dan berkurangnya kaum pria, hingga untuk lima puluh orang wanita, hanya ada seorang pria penanggungjawab.” (HR. Al-Bukhari no. 5231 dan Muslim no. 2671)

Jika perbandingan lelaki dan perempuan di akhir zaman adalah 1:50 atau 1:40 (dalam riwayat lain), sedangkan kita ketahui bahwa kita adalah penduduk akhir zaman, maka hampir dapat dipastikan bahwa ketidaktahuan kaum pria tentang kaum wanita akan menimbulkan masalah besar, karena mayoritas penduduk bumi di akhir zaman adalah perempuan.

Baik buruknya suatu umat bergantung pada baik buruknya keadaan wanitanya

Sebagaimana disebutkan dalam hadist terdahulu, mayoritas umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam akhir zaman adalah kaum wanita. Maka, rusaknya wanita berarti rusaknya umat. Hal ini dipertegas oleh hadist berikut.

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الْخُدْرِي عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفَكُمْ فِيْهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلِ فِتْنَةِ بَنِى إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

Dari Abu Sa’id Al-Khudri dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya dunia itu manis. dan sesungguhnya Allah telah menguasakannya kepadamu sekalian, kemudian Allah menunggu (memperhatikan) bagaimana kau beramal (di dunia itu), maka takutilah dunia dan takutilah wanita, karena sesungguhnya sumber bencana Bani Isarail adalah wanita.” (HR. Muslim no. 7214)

Dalam hadist ini, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengabarkan bahwa awal mula kerusakan kaum bani Israil adalah rusaknya para wanita. Hal ini sangatlah masuk akal karena dari rahim-rahim wanita, generasi baru terlahir dan dari tangan-tangan mereka, generasi tersebut mendapatkan pendidikan awal. Jika para wanita telah rusak, generasi seperti apa yang akan muncul berikutnya?

Oleh karenanya, jika kaum lelaki tidak mengetahui tentang wanita, tidak tahu cara bergaul dengan mereka, bodoh tentang syariat Islam yang mengatur kaum Hawa, boleh jadi kerusakan yang pernah terjadi di kalangan Bani Israil akan terulang lagi pada umat ini.

Kurangnya akal wanita

Tak jarang kita temui adanya mendahulukan perasaan disbanding akal pada wanita. Hal itu bukan berarti mereka bodoh atau tidak pintar, bahkan sering kali kita temui juara kelas adalah perempuan. Namun, sering kali mereka lupa terhadap akal sehingga mendahulukan perasaan. Sebagaimana sabda Nabi, dari Abu Sa’id Al-Khudri, ia berkata

خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ إِلَى الْمُصَلَّى فَمَرَّ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي أُرِيتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ فَقُلْنَ وَبِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ قُلْنَ وَمَا نُقْصَانُ دِينِنَا وَعَقْلِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَلَيْسَ شَهَادَةُ الْمَرْأَةِ مِثْلَ نِصْفِ شَهَادَةِ الرَّجُلِ قُلْنَ بَلَى قَالَ فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ عَقْلِهَا أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ قُلْنَ بَلَى قَالَ فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ دِينِهَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada hari raya ‘Iedul Adha atau Fitri menuju tempat shalat, maka beliau melewati para wanita seraya bersabda: “Wahai para wanita, bersedekahlah! Sesungguhnya telah diperlihatkan kepadaku bahwa kalian adalah yang paling banyak menghuni neraka.” Mereka bertanya, “Apa sebabnya wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Kalian banyak melaknat dan banyak mengkufuri (pemberian) suami. Dan aku tidaklah pernah lihat suatu kalangan yang kurang akal dan agamanya daripada salah seorang dari kalian.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kekurangan agama dan akal kami itu?” Beliau menjawab: “Bukankah persaksian seorang wanita setengah dari persaksian laki-laki?” Mereka menjawab, “Benar.” Beliau berkata: “Itulah kekurangan akalnya. Bukankah seorang wanita bila dia sedang haid, dia tidak shalat dan tidak puasa?” Mereka berkata, “Benar.” Beliau berkata: “Itulah kekurangan agamanya.“(HR. Al-Bukhari no. 304)

Dalam hadist tersebut, dijelaskan bahwa kaum hawa tercipta dengan kekurangan akal dan agama. Dengan kekurangan ini, secara logis, kaum wanita lebih rentan terhadap fitnah. Sehingga pelajaran yang dapat diambil bahwasanya dalam bermuamalah dengan kaum wanita, diperlukan cara khusus yang berbeda dengan cara bermuamalah dengan kaum pria yang tercipta dengan akal yang lebih sempurna. Hal ini semakin memberi penegasan kepada kaum lelaki bahwa belajar tentang wanita adalah suatu yang sangat penting.

Neraka Lebih Banyak Dihuni Oleh Kaum Wanita

Dalam hadist terdahulu, telah diterangkan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita. Pria yang berpikiran positif tentu akan menjadikan kabar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini sebagai dorongan dan motivasi tersendiri untuk lebih meningkatkan kualitas dirinya, dengan senantiasa menambah wawasan dan ilmunya tentang fiqh wanita dan segala hal yang berhubungan dengan wanita, agar para wanita yang berada dalam tanggungannya tidak termasuk dalam kebanyakan penghuni neraka.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا … الآية

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, lindungilah diri kalian dan keluarga kalian dari neraka… .” (QS. At-Tahrim : 6)

Kaum Wanita Adalah Fitnah Terbesar Bagi Kaum Pria

Wanita adalah fitnah terbesar bagi kaum laki-laki sebagaimana disebutkan dalam hadist Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنْ النِّسَاءِ

“Tidaklah aku tinggalkan setelahku suatu fitnah yang lebih dahsyat bagi kaum laki-laki daripada (fitnah) wanita.” (HR. Al-Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 2741)

Oleh karena itu, suatu kesalahan besar jika kaum lelaki acuh, tak mau peduli, dan tak mau tau tentang wanita, asal-asalan dalam bergaul atau enggan berdakwah kepada mereka. Tanpa ilmu yang benar, tanpa cara dan metode yang benar, muamalah yang baik serta dakwah maka bisa jadi wanita malah menjadi kubangan fitnah yang mengundang bencana. Wal ‘iyadzu billah.

Penutup
Oleh karena itu, merupakan sebuah keharusan bagi setiap lelaki terutama yang hidup di akhir zaman ini untuk mempelajari tata cara atau metode Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bermuamalah atau berdakwah terhadap kaum wanita, karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suami terbaik untuk para isterinya, ayah terbaik bagi para puterinya, keponakan terbaik bagi para bibinya, paman terbaik bagi para keponakannya, dan dai pria terbaik yang paling berhasil dalam mendakwahi kaum ibunya, serta contoh terbaik untuk seluruh umat. Beliau orang yang paling tahu cara memperlakukan wanita, paling tahu metode paling efektif dalam berdakwah kepada wanita. Beliau sangat faham bagaimana berdakwah kepada wanita tanpa harus terjebak dalam fitnah. Di bawah didikan beliau, lahirlah generasi wanita terbaik sepanjang masa radhiyallahu’anhunna juma’a.

Allah Ta’ala berfirman :

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ … الآية

“Sungguh telah ada bagi kalian dalam diri Rasulullah itu teladan yang baik….” (Q.S. Al-Ahzab : 21).

Itulah lima alasan mengapa lelaki perlu tahu tentang wanita. Semoga artikel ini bermanfaat. Allahu a’lam bish-showab.

 

 

Ditulis Oleh:
Ustadz Rusli Evendi, حفظه الله
Staff Pengajar di Pondok Pesantren Madinatul Quran Jonggol

(Visited 19 times, 1 visits today)
Film Bioskop Online
author
Author: