Tidak Belajar Agama Akan Membuat Yang Haram Menjadi Suatu Yang Tidak Haram

banner 468x60

Sebagian orang tua sangat senang jika anaknya bisa belajar sampai jenjang lebih tinggi. Tapi sedikit yang peduli akan pendidikan agama pada anak. Jika anak tidak bisa baca Al Qur’an tidaklah masalah, yang penting bisa menguasai bahasa asing terutama bahasa Inggris. Jika anak tidak paham agama tidak apa-apa, yang penting anak bisa komputer. Jadilah anak-anak muda saat ini jauh dari Islam, tidak bisa baca Qur’an, ujung-ujungnya gemar maksiat.

Karena porsi yang berlebih terhadap ilmu dunia sampai-sampai anak belajar di tempat les sore hari, kegiatan belajar Al Qur’an pun dilalaikan. Lihatlah tidak sedikit dari generasi muda saat ini yang tidak bisa baca Qur’an, bahkan ada yang sampai buku Iqro’ pun tidak tahu.

Kemudian di antara musibah bagi seorang hamba yang enggan belajar agama adalah ia menyangka perbuatan dosa yang ia lakukan bukan termasuk dosa. (dikarenakan ia tidak mau belajar mengenai mana yang halal mana yang haram, mana yang maksiat mana yang bukan), sehingga ia senantiasa mengerjakan dosa tersebut.

Banyak saat ini hal-hal yang diharamkan menjadi merasa halal dilakukan. Seperti minum khamer, pacaran, memakai sutra bagi pria, mendengarkan musik-musik, memakan riba, menggunakan jimat, bermain-main zodiak, membuka aurat, menonton hal-hal yang diharamkan dll.

Inilah fenomena yang cukup memprihatinkan pada zaman kita saat ini. Begitu rendahnya semangat dan motivasi untuk menuntut ilmu agama. Ilmu agama seakan menjadi suatu hal yang remeh dan terpinggirkan bagi mayoritas kaum muslimin. Mereka tersibukkan dengan hal-hal yang tidak berguna dan remeh dan malah meninggalkan hal-hal yang mengantarkannya kepada jalan menuju surga.

(Visited 5 times, 1 visits today)
Film Bioskop Online
author
Author: